1. Memulakan hari dengan solat subuh berjemaah di masjid. 2. Ketika mendengar suara azan dimana pun kita berada dan dalam keadaan apa sekalipun, maka kita harus cepat-cepat menuju ke masjid terdekat untuk melakukan solat berjemaah. 3. Berusaha dengan sekuat tenaga untuk tidak menggunakan umur kita ini kecuali untuk taat kepada Allah, bekerja untuk mencari rezeki halal, mencari ilmu, dan untuk beristirehat menghilangkan kepenatan. 4. Ketika hendak tidur, maka kita harus membayangkan bahawa kemungkinan tidur ini adalah tidur untuk selama-lamanya, tidur terakhir kita di alam dunia. Sebelum tidur, kita bermuhasabah dan beristighfar kepada Allah. 5. Ketika kamu mendapat kenikmatan atau ujian, maka jangan lupa hakikat bahawa tidak ada yang dapat memberi manfaat dan tidak ada yang dapat menolak mudarat kecuali Allah SWT. 6. Sesudah kamu melakukan solat dan selesai berwirid, maka jangan berdiri sebelum mengangkat tanganmu berdoa kepada Allah degan penuh kerendahan hati dan penuh kehinaan...
== “Sekarang kegiatan sampean apa?” Tanya KH M Djamaluddin Ahmad kepada alumni Pesantren Tambakberas saat sowan. “Bisnis kiai, buka konter hape,” ungkap sang santri dengan menunduk. “Rumiyin kulo mulang TPQ, tapi naliko sampun buka konter, kulo prei mboten mulang dateng TPQ maleh,” lanjutnya. Kiai Jamal, sapaan keseharian beliau, diam sejenak. Dengan agak berat, pengampu pengajian Kitab Hikam ini mengingatkan bahwa mengajar di TPQ adalah khidmat terbaik dalam hidup. “Kamu mengajarkan anak TPQ bacaan basmalah dan alfatihah, maka pahala yang akan kamu terima akan terus mengalir,” katanya. Ketika santri TPQ yang kamu didik membaca basmalah saat hendak makan, belajar dan kegiatan apapun, maka kamu juga akan memperoleh pahalanya, lanjutnya. Belum lagi saat santri TPQ itu bisa membaca al-fatihah dari shalat yang dikerjakan. “Berapa pahala yang kamu terima dari mengajarkan surat al-fatihah tersebut?” kata salah seorang Majelis Pengasuh PP Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jomban...
Komentar
Posting Komentar